BORE
UP + STROKE UP YAMAHA JUPITER MX
Baby Monster Special Engine
Alhamdulillah,
Ditengah
gerimis hujan pada minggu pagi itu, setelah kemenangan indah semalam balap drag
bike di park sirkuit pantai ria Kenjeran, datanglah seorang MX rider ke bengkel
dalam kondisi suram dengan motor yang tampak mengenaskan. Yamaha Jupiter MX itu
tinggal kerangka saja, tanpa cover bodynya yang macho, sebagian mesin –
radiator sudah dipereteli, tanpa knalpot, datang ke bengkel dalam kondisi di
derek bersama temannya. Perjuangan yang sangat gigih, mengingat ternyata jarak
antara rumahnya dengan bengkel RAT lebih dari 25 kilometer jauhnya. Beliau rela
menembus hujan menderek perlahan-lahan motor nya ke bengkel. Salute!
Setelah
berkenalan, MR. T namanya, gayanya sangat santai, casual, namun bicaranya
tegas, tersirat kematangan usia dibalik dirinya. Dimulailah sesi curhat, mx ini
adalah kendaraan ia sehari-hari bekerja sebagai tenaga marketing, juga jika
sore hari ingin jalan-jalan memutari kompleks bersama sang buah hati, kadang
dipakai untuk perjalanan keluar kota dengan jarak tempuh ratusan kilometer, tak
terkecuali pula buat kebut-kebutan kalau ada bocah smu tengil di jalan… hehehe…
Begitu ia mencintai motornya, dan ketika sang motor sakit… betapa sedih dan
terluka hatinya… *otak komikku mulai bekerja deh, lebay Hahaha… 
Mengatur kruk as
Usut
punya usut , problem utama mesinnya adalah air radiator seringkali bocor ke
dalam silinder setelah mesinnya dilakukan bore up. History mesinnya , spec
awal memakai kit TDR, tetapi karena mungkin masa inreyen belum optimal,
saat di geber mentok di bypass krian piston macet di tengah jalan. Gagal
sekali. Dibenahin ulang ke bengkel lain, diganti dengan piston suzuki satria
FU, tidak lama problem sekarang mulai muncul, padahal belum sempat digeber jauh.
Ternyata setelah ditelaah , waduh… karuan saja bocor, ternyata pakingnya ga
cocok! Lha wong paking head nya dicomot dari yamaha vixion dan hanya di gunting
menyesuaikan lubang blok selebar 62mm… T_T
Lain
hal nya jika dibikin dari bahan paking mobil dengan pinggiran tembaga /
alumunium dicetakkan ke RAJAWALI PAKING di bilangan kedungdoro, dijamin ga
rembes boss,,, mau sampe bore up piston honda tiger pun kita mampu! Hihi…
Okelah
pertama niatnya ingin ngebenahin, tapi setelah ngobrol entah bagaimana kok beliau
jadi pengen upgrade performa… Hahaha..
Selamat anda telah masuk
ke bengkel RAT jagonya modifan Murah – Meriah – Kencang! ehm-ehm… pokoknya kita
ga mau lah bikin orang susah : eh sudah jatuh kok malah ditimpa tangga, kan
gitu istilahnya…
Piston BORE UP mx special ala RAT ::
Setelah
negosiasi budget , akhirnya disepakati mahar untuk restorasi mesin ini. Motor
ditinggalkan pasrah di garasi RAT — sang empu pun pulang dan perlahan siluet
nya menghilang di balik gerimis pagi. Dimulailah rapat meja bundar antara
engineer RAT, karena kita ingin menciptakan mesin yang lebih dari 165 cc namun
aman dipakai harian! Pertama analisa kerusakan, ternyata blok TDR yang
dioversaiz pakai piston FU tadi liner hanya tersisa 2 milimeter!! Mau dibilang
aman buat harian, kok ya ini sudah batas terakhir. Solusinya , kita ganti baru
dengan blok bore up import Thailand yang seringkali dipakai RAT . Hehehe… Balik
ke diameter piston lebih kecil daripada fu, keuntungan awal ketebalan liner
lebih aman dipakai harian! kedua, clearances piston pada dinding liner sangat
presisi karena didesain pabrikan canggih. ketiga, desain piston tipis dan
ringan, dengan finishing permukaan piston mengkilat memperlambat pengerakan di
permukaan piston, plus ekstra coakan klep yang cukup lebar dan dalam, belum
ditambah jalur oli extra pada dinding piston, meminimalisir resiko piston macet
meski digeber belasan ribu oleh CDI BRT POWER MAX. Intinya Blok ini no. 1 yang
kita punya untuk bore up selama ini, jadi tidak masalah.
Disini
serunya, trend RAT di tahun 2011 adalah selain biaya modifikasi harus bisa
dibuat lebih murah, kita lagi suka-suka nya Stroke Up dan Bore up namun aliran
Low Kompresi…
Dengan menggeser big End
pada daun kruk as sejauh 2 milimeter, langkah piston lebih menonjok 2 milimeter
dan menghisap 2 milimeter lebih dalam. Stroke awal yang dikisaran 58mm, kini
mendekati langkah piston tiger yang berada di 62 milimeter. Dikombinasi dengan
lingkar piston 60 milimeter didapatkan volume silinder 175 cc! Dengan
konfigurasi mesin OverStroke, dimana nilai langkah kruk as relatif lebih
panjang dibanding diameter piston, memberikan karakter pengail TORSI besar di
putaran mesin yang relatif rendah, kerja mesin tidak berat, dan cepat meraih
tenaga yang diinginkan untuk melontarkan motor jauh… melejitt.. ngibriiittt…
Blok bore up mx RAT
Inti
dari stroke up adalah balance dan centerline! Karenanya
pengerjaan ini membutuhkan kehati-hatian dan ketelitian ekstra tinggi, untuk
menghasilkan kruk as yang kuat : tidak mudah melintir, atau bahkan patah. Juga
tidak bergetar berlebih saat digeber di 10,000 RPM. Pokoknya kudu CIAMIK! Poros
kruk as yang mengayun 1/1000 milimeter saja, dapat menyebabkan reduksi tenaga
turun 1 HP, belum lagi getaran mesin berlebih! Aduhh dik… bisa mandul diatas
jok hehehe… masalah conrod, tidak perlu diganti karena bawaan MX dirasa cukup
aman dan kuat menahan beban kapasitas tinggi, bahkan sudah pernah dipraktekkan
untuk mendayung piston scorpio pun setang MX terbukti kuat.
antrian kruk as order STROKE UP
Pada
cylinder head, kita tidak perlu mengganti pakai klep besar… LHO? Kenapa? Ya
karena kembali ke budget tadi hehehe… namun itulah tantangannya. Dengan
keterbatasan konfigurasi klep 19 mm pada inlet, dan 17 mm pada outlet, apa yang
bisa kita perbuat supaya motor tidak cepat kehabisan nafas? Kalau disatukan,
klep 19mm ini sama dengan klep 27mm pada konfigurasi head 2 klep. Belum pada
bisa ngitung konversi klep 2 buah dimisalkan menjadi 1 buah klep? Aduh… hitung
area luasan klep, misal klep 19 milimeter, luasan lingkar katubnya adalah 3,14
x 9,5 x 9,5 = 283,52. Hasil ini dikalikan 2 ( karena 2 klep ) didapat 567. Lalu
untuk mendapat persamaan 1 klep, tinggal membalik proses, mencari diameter 1
klep, 567 / 3,14 = 180,59 , kemudian di akar kuadrat ketemu : 13,43 mm, ini
masih jari-jari, kalau diameter ya berarti dikali 2 , ketemu 26,86 anggap saja
pembulatan jadi 27mm. Hehehe.. gampang to.
Apa
yang kita dapat dari data diameter klep yang 27 mm ini? Artinya rasio antara
piston dengan klep in hanya 45 % dari diameter piston. Wah idealnya kan kalau
buat performa tinggi itu 50 – 55 % dari diameter piston…? Hehehe.. kalau kita
bikin beda , so what!?
Bukannya mau keminter
ngalahin graham bell, tapi emang iya mau punya cita-cita jadi graham bell nya
Indonesia :p Ga perlu klep gede untuk bikin motor kencang! Ingat itu! Ambil aja
contoh, mio yang bore up 155cc dengan piston 58,5 milimeter, dan diameter klep
in cuma 23mm aja bisa kenceng, padahal kalau diukur, prosentasenya klep
terhadap piston malah hanya 39 %. Tapi bukan lantas kita modifnya ngawur dan
asal-asalan, aduh.. itu bukan RAT banget hehehe…
silver series cam :: black series cam yamaha jupiter mx
Kompensasi
diameter klep yang relatif kecil, kita ambilkan dari dinding porting — kita
gerus agak besar seukuran 28 milimeter pada bagian pemasukan bahan-bakar, belum
lagi pada area sekat yang ditipisikan layaknya pisau, masih ditambah pasokan
udara disuplai oleh karburator Keihin PE dengan venturi 28 milimeter,
memberi suplay hingga 10,500 RPM melalui intake manifold KTC. Seandainya
di reamer menjadi 31 mm, pasti lebih Mantap! Perhitungan detail flow inilah
pembantu nafas mesin agar tidak cepat ngos-ngosan.
Cylinder
head sama- sekali tidak tersentuh mata pisau bubut, kubah standard, klep
standard. Noken as yang kita mainkan, lift klep diangkat 22 % lebih tinggi dari
bawaan yamaha, untuk membuka gerbang bahan-bakar dari porting ke dalam silinder
lebih banyak. Logika pasti, MORE FLOW = MORE ENERGIE. Perubahan papasan noken
as yang dibuat oleh kicky RAT ini harus diimbangi oleh pir klep vanadium, apa
sih perlunya? Hanya 1 tapi ga bisa diremehkan : Mengembalikan klep tepat pada
waktunya!! Menghindari resiko bertabrakan antara klep dengan piston saat TMA
overlaping, apalagi di putaran tinggi, 11,000 RPM misalnya, kamu bisa
bayangkan, klep bergerak membuka dan menutup 183 kali dalam 1 detik, dan telat
sepersekian detik saja… PRAAAKKK!!!! JEBOL!!! Keluar duit jutaan sia-sia,,,
oleh karenanya modif diatas kertas harus benar, baru diterapkan, itulah kenapa
kita suka disebut sebagai Arsitek
SPEC head 2011 : Klep besar — low kompresi
Lalu,
mengatur kompresinya bagaimana? Gampang aja, kalau kondisi standard MX memiliki
rasio kompresi 10,9 : 1 , berarti volume kubahnya didapat 13,63 cc. Sekarang
kapasitas sudah melonjak menjadi 175 cc, kalau kubah tetap standard maka, ( 175
+ 13,6 ) / 13,6 , hasilnya adalah 13,8 : 1, mati nak… siapa mau jalan-jalan
dengan motor dengan kompresi mesin mendekati 14… bahan bakarnya minta bensol
mulu. Cara mudah adalah mengatur deck clearance piston, dengan piston dibenamkan
sedalam 2 milimeter, berarti ada extra luasan diatas piston dengan lingkaran
dasar berdiamater 60mm dengan tinggi 2mm, bisa dihitung volumenya 5,65 cc, jadi
volume ruang bakar bertambah menjadi 19,28 cc. Hitung ulang rasio kompresinya,
ketemu 10 : 1, lhoooo… justru lebih rendah dari standard! Minum premium bisa,
apalagi diisi pertamax! JOSS oktan tinggi pastinya memberi suhu ruang bakar
lebih dingin. Dengan kompresi rendah gini aja kalau belum sarapan, starterannya
udah agak sulit karena kapasitas mesin membengkak, apalagi pakai kompresi
tinggi… hedewww…
Powered by RAT
Penyesuaian
torsi besar, magnit dan balancer tidak dibubut, kenapa? kok sepertinya ingin
untung banyak tanpa main bubut… Tapi ya karena memang tidak diperlukan.
Logikanya, kapasitas standard MX 135 cc, dibekali beban magnit dan balancer
yang sudah dihitung oleh insinyur jepang sono. Tujuan kita ingin mereduksi
beban pasti berharap untuk meningkatkan torsi dan memudahkan mesin melejit ke
RPM tinggi, ya toh? Namun ketika mesin sudah melonjak 30 % lebih dari kapasitas
semula, bukankah berarti kita juga sudah mereduksi beban magnit dan balancer
sebanyak itu Mesin kita 175 cc, tapi
beban magnit dan balancer diambil dari mesin yang lebih kecil , 135cc, kan
sudah Enteeeenggg… Jadi keputusan main
bubut- atau tidak, itu perlu dipikir dahulu mendalam, salah-salah bisa celaka.
R9 muffler for jupiter mx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar